Berikut adalah tabel yang menunjukkan perbedaan antara pelindung lonjakan tipe L-N dan pelindung lonjakan tipe L-PE, dalam urutan kepentingan yang menurun:
| Perbedaan | Pelindung lonjakan metode L – N | Pelindung lonjakan metode koneksi L – PE |
|---|---|---|
| 1. Posisi instalasi | Instalasi antara garis fase dan netral | Instalasi antara garis fase dan tanah |
| 2. Objek yang dilindungi | Melindungi dari lonjakan tegangan antara garis dan garis | Melindungi dari lonjakan tegangan antara garis dan tanah |
| 3. Prinsip perlindungan | Perangkat pelindung diaktifkan dengan memantau tegangan antara garis fase dan garis netral ketika tegangan melebihi nilai ambang yang ditetapkan | Perangkat pelindung diaktifkan dengan memantau tegangan antara garis fase dan garis tanah ketika tegangan melebihi nilai ambang yang ditetapkan |
| 4. Ruang lingkup aplikasi | Cocok untuk sistem tenaga tiga fase empat kawat | Cocok untuk sistem tenaga tiga fase tiga kawat |
| 5. Penggunaan | Utamanya digunakan di gedung industri dan komersial, sistem distribusi tenaga residensial dan lainnya | Utamanya digunakan di peralatan industri, peralatan mekanis dan sistem tenaga lainnya |
| 6. Efek Perlindungan | Secara efektif melindungi peralatan dan sirkuit dari lonjakan tegangan. | Secara efektif melindungi peralatan dan sirkuit dari lonjakan tegangan. |
| 7. Mode pengkabelan | Mode sambungan adalah sambungan paralel antara jalur L dan N | Mode sambungan adalah sambungan paralel antara jalur L dan PE |
| 8. Pentanahan sistem | Pentanahan L – N | Pentanahan L – PE |
| 9. Distribusi arus | Ketika terjadi lonjakan tegangan, arus terdistribusi secara merata antara L dan N. | Ketika terjadi lonjakan tegangan, arus mengalir terutama melalui L ke PE. |
| 10. Keamanan | Jika kabel netral terputus, penangkal lonjakan tetap akan berfungsi dengan baik | Jika kabel tanah terputus, penangkal lonjakan mungkin kehilangan kemampuannya untuk melindungi |

